CARA KREATIF BELAJAR METODE PENELITIAN KOMUNIKASI KUALITATIF DARI
RUMAH DI TENGAH PANDEMI COVID-19.
Pandemi Covid-19 tentunya , sangat menggangu rutinitas
seluruh pelajar dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar melalui
sistem tatap muka seperti biasanya. Mulai dari pertengahan bulan Maret kemarin,
seluruh pemerintah memberlakukan sistem LockDown bagi seluruh ranah Pendidikan
mulai dari SD hingga PTN/PTS. Tak terkecuali kampus tercintaku, STISIPOL
CANDRADIMUKA PALEMBANG, yang mulai memberlakukan sistem LockDown dari mulai
tanggal 18 Maret 2020 -30 April 2020
mendatang.
(Gambar 1 : Darurat Corona , Sejumlah Aktivitas Pendidikan Terpaksa Diliburkan)
Kegiatan Belajar-Mengajar pun, yang biasanya dilakukan secara sistem “Tatap
Muka” diubah menjadi kuliah online/daring. Umumnya , cara dosen berbeda-beda
dalam melakukan sistem pembelajaran Online , ada yang menggunakan Platform
“Google Classroom” , Pengiriman Materi pembelajaran Via Whatsapp ataupun
E-mail, dan Menulis Kreatif melalui Blogger seperti ini.
(Gambar 2 : Belajar dari rumah melalui e-learning, dampak Pandemic Covid-19)
Nah, di Blogger aku kali ini, aku bakalan ngebahas salah satu
Mata Kuliah wajib yang lagi aku jalanin di semester-6 ini, yaitu Metode
Penelitian Komunikasi Kualitatif (MPKK). Di mata kuliah ini kita diajarin untuk
lebih berkonsentrasi dengan jenis penelitian apa yang akan kita pilih, termasuk
ke dalam paradigma apa tentang penelitian kita tersebut, dan juga metode atau
cara penulisan penelitian kualitatif serta cara pengumpulan data untuk
melengkapi hasil penelitian kualitatif tersebut.
Untuk bahan acuannya pun , kita disarankan untuk menggunakan
buku dari Dr.Drs.Sugeng Pujleksono,M.Si dengan judul Metode Penelitian
Komunikasi Kualitatif ,buku ini menarik banget! penjelasannya lengkap, jadi
bikin kita paham banget tentang penelitian metode yang nanti akan kita ambil
sebagai bahan penelitian.
(Gambar 3 : Penulis foto bersama buku MPKK oleh, Dr.Sugeng Pujileksono,M.Si)
Nah, selain buku sebagai bahan acuan kita juga dikasih
beberapa ‘sampling’ atau kumpulan artikel ilmiah , yang lebih dikenal dengan
“Call For Paper” . bahan ini dikasih langsung sama dosen pengampu Sumarni Bayu
Anita,S.Sos,M.A buat kita belajar mandiri , gimana sih cara pembuatan artikel ilmiah
ini mulai dari penentuan judul penelitian, Teori Komunikasi yang akan
digunakan, dan juga pengumpulan bahasan dari sejumlah informan yang nantinya
akan ditampilkan pada BAB III yang berisi tentang pembahasan.
Nggak Cuma buku, ataupun kumpulan call for paper yang jadi
bahan acuan untuk belajar mandiri, sebelum kampus di lockdown mahasiswa/I juga
rajin banget ke Perpustakaan buat cari bahan melalui skripsi kakak-kakak
tingkat terdahulu atau melalui buku yang terkait dengan judul penelitian.
(Gambar 4 : Penulis sedang mencari referensi melalui skripsi di perpustakaan)
Tapi, karena kampus sedang lockdown untuk
saat ini pencarian buku yang diperlukan bisa melalui website library.stisipolcandradimuka.ac.id cara ini praktis
digunakan mengingat #dirumahaja yang
sedang diberlakukan oleh pemerintah.
(Gambar 5 : Poster Pemberitahuan dan Website resmi Perpustakaan STISIPOL Candradimuka)
Kali ini untuk tugas pembuatan call for paper ada beberapa
tema yang diusung yakni :
1.
Komunikasi
Pariwisata
2.
Komunikasi
Multikultural
3.
Communication
Creative and Creative Industry.
Yang nantinya karya call for paper itu akan di presentasikan
dalam acara “Konferensi Komunikasi Candradimuka (KKC) 2020”. Ada juga beberapa
Ragam penelitian Kualitatif yang telah ditetapkan , diantaranya :
1.
Studi
Naratif
2.
Studi
Fenomenologi
3.
Studi
Grounded Theory (Analisis Wacana)
4.
Studi
Etnografis
5.
Studi
Kasus
6.
Studi
Semiotika.
Nah itu dia beberapa informasi
mengenai cara belajar mandiri metode penelitian komunikasi kualitatif dari
rumah, selain membaca buku dan memahami contoh kumpulan call for paper jangan
lupa juga untuk berkunjung ke perpustakaan melalui website yang sudah
disediakan oleh pihak kampus.
Pokoknya tetap jaga kesehatan dan
semangat belajar semuanya!
Oke, bagus tulisannya Shinta. Kembangkan lagi kebiasaan menulis blognya yaa...
BalasHapus