Sabtu, 04 April 2020

Tips Belajar kreatif MPKK dari Rumah


CARA KREATIF BELAJAR METODE PENELITIAN KOMUNIKASI KUALITATIF DARI RUMAH DI TENGAH PANDEMI COVID-19.




Pandemi Covid-19 tentunya , sangat menggangu rutinitas seluruh pelajar dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar melalui sistem tatap muka seperti biasanya. Mulai dari pertengahan bulan Maret kemarin, seluruh pemerintah memberlakukan sistem LockDown bagi seluruh ranah Pendidikan mulai dari SD hingga PTN/PTS. Tak terkecuali kampus tercintaku, STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG, yang mulai memberlakukan sistem LockDown dari mulai tanggal 18 Maret 2020 -30  April 2020 mendatang.

(Gambar 1 : Darurat Corona , Sejumlah Aktivitas Pendidikan Terpaksa Diliburkan)

Kegiatan Belajar-Mengajar pun,  yang biasanya dilakukan secara sistem “Tatap Muka” diubah menjadi kuliah online/daring. Umumnya , cara dosen berbeda-beda dalam melakukan sistem pembelajaran Online , ada yang menggunakan Platform “Google Classroom” , Pengiriman Materi pembelajaran Via Whatsapp ataupun E-mail, dan Menulis Kreatif melalui Blogger seperti ini.


(Gambar 2 : Belajar dari rumah melalui e-learning, dampak Pandemic Covid-19)

Nah, di Blogger aku kali ini, aku bakalan ngebahas salah satu Mata Kuliah wajib yang lagi aku jalanin di semester-6 ini, yaitu Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif (MPKK). Di mata kuliah ini kita diajarin untuk lebih berkonsentrasi dengan jenis penelitian apa yang akan kita pilih, termasuk ke dalam paradigma apa tentang penelitian kita tersebut, dan juga metode atau cara penulisan penelitian kualitatif serta cara pengumpulan data untuk melengkapi hasil penelitian kualitatif tersebut.


Untuk bahan acuannya pun , kita disarankan untuk menggunakan buku dari Dr.Drs.Sugeng Pujleksono,M.Si dengan judul Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif ,buku ini menarik banget! penjelasannya lengkap, jadi bikin kita paham banget tentang penelitian metode yang nanti akan kita ambil sebagai bahan penelitian.


(Gambar 3 : Penulis foto bersama buku MPKK oleh, Dr.Sugeng Pujileksono,M.Si)

Nah, selain buku sebagai bahan acuan kita juga dikasih beberapa ‘sampling’ atau kumpulan artikel ilmiah , yang lebih dikenal dengan “Call For Paper” . bahan ini dikasih langsung sama dosen pengampu Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A buat kita belajar mandiri , gimana sih cara pembuatan artikel ilmiah ini mulai dari penentuan judul penelitian, Teori Komunikasi yang akan digunakan, dan juga pengumpulan bahasan dari sejumlah informan yang nantinya akan ditampilkan pada BAB III yang berisi tentang pembahasan.

Nggak Cuma buku,  ataupun kumpulan call for paper yang jadi bahan acuan untuk belajar mandiri, sebelum kampus di lockdown mahasiswa/I juga rajin banget ke Perpustakaan buat cari bahan melalui skripsi kakak-kakak tingkat terdahulu atau melalui buku yang terkait dengan judul penelitian. 
(Gambar 4 : Penulis sedang mencari referensi melalui skripsi di perpustakaan)


Tapi, karena kampus sedang lockdown untuk saat ini pencarian buku yang diperlukan bisa melalui website library.stisipolcandradimuka.ac.id cara ini praktis digunakan mengingat #dirumahaja yang sedang diberlakukan oleh pemerintah.

(Gambar 5 : Poster Pemberitahuan dan Website resmi Perpustakaan STISIPOL Candradimuka)

Kali ini untuk tugas pembuatan call for paper ada beberapa tema yang diusung yakni :

1.      Komunikasi Pariwisata
2.      Komunikasi Multikultural
3.      Communication Creative and Creative Industry.

Yang nantinya karya call for paper itu akan di presentasikan dalam acara “Konferensi Komunikasi Candradimuka (KKC) 2020”. Ada juga beberapa Ragam penelitian Kualitatif yang telah ditetapkan , diantaranya :

1.      Studi Naratif
2.      Studi Fenomenologi
3.      Studi Grounded Theory (Analisis Wacana)
4.      Studi Etnografis
5.      Studi Kasus
6.      Studi Semiotika.

Nah itu dia beberapa informasi mengenai cara belajar mandiri metode penelitian komunikasi kualitatif dari rumah, selain membaca buku dan memahami contoh kumpulan call for paper jangan lupa juga untuk berkunjung ke perpustakaan melalui website yang sudah disediakan oleh pihak kampus.

Pokoknya tetap jaga kesehatan dan semangat belajar semuanya!

Senin, 07 Oktober 2019

BELAJAR JADI ENTREPRENEUR MUDA DISINI!



ENTREPRENEURSHIP COMMUNICATION



Berawal dari Mata kuliah Entreprenurship Communication yang diajar oleh ibu Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A selaku dosen pengampu, seluruh mahasiswa/I Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka berhasil dibuat menjadi pengusaha muda olehnya.

Dengan tema menjadi entrepreneur muda , ketentuan barang yang harus dijual meliputi 3 hal yakni :

1 .     Produk Souvenir
2 .     Makanan
3 .     Minuman

Saya sendiri memilih untuk berjualan makanan. Dengan mengusung ide cemilan makanan ringan untuk  dijual nantinya, jatuhlah pilihan saya terhadap cemilan yang tengah popular saat ini yakni Makaroni.
 

SEJARAH MAKARONI
Awal mula dipatenkannya kuliner macaroni yakni , hidangan pasta ini konon juga sudah ada di Italia sejak zaman Romawi Kuno. Dulunya macaroni merupakan hidangan persembahan bagi para Dewa-Dewi.

Namun seiring berjalannya waktu macaroni diolah menjadi makanan lezat yang bisa dikreasikan dengan rasa dan bentuk apapun.

Di Indonesia sendiri Makaroni sendiri biasanya digoreng , dipanggang atau bahkan di jadi bahan tambahan pada soup.

Saya sendiri memilih macaroni untuk dijadikan cemilan ringan dengan rasa pedas yang bikin nagih!

CONTOH LOGO PRODUK 

Disini saya ingin mengolah macaroni dengan cara digoreng kemudian ditaburi bubuk cabai pedas dan setelah itu langsung di packing! Sangat mudah dan simple.

untuk promosi sendiri  saya memilih media sosial "Instagram" sebagai penunjang promosi produk . dapat anda cari di @makaroni_bumbu atau dapat anda cari review produk saya melalui blog pribadi saya dengan website (shintap2244.blogspot.id)
 


Minggu, 19 Mei 2019

AVENGERS END GAME REVIEW

Infinity Wars menghadirkan perang di tanah Titan, planet Thanos. Tony Stark alias Iron Man adalah pencetusnya. Ia bernegoisasi dengan Dr. Strange untuk membawa perang tersebut ke tempat Thanos.

Hasilnya? Avengers kalah. Frustasi, lelah secara fisik dan emosi adalah tumbalnya. Semuanya hanya bisa meratapi apa yang sudah mereka lakukan. Steve Rogers (Captain America), Natasha Romanoff, Thor, Dr. Banner (Hulk), Rhode (War Machine) tak bisa berbuat banyak, selain mempertahankan keras kepala mereka untuk bisa mengalahkan Thanos.

Kepulangan Tony Stark (Iron Man) dan Nebula setelah pertempuran melawan Thanos tak berarti apa-apa. Tony sudah terlalu lelah. Ia hanya bisa berharap untuk hidup lagi di kesempatan kedua.

Ada satu jalan yang mereka temukan. Nebula membisikkan sesuatu pada superhero Avengers. Sayangnya, bisikan ini tidak berarti apa-apa, bahkan ketika Thor sudah mengayunkan palu Mjonirnya.

Sayangnya, rasa cinta dan kekeluargaan para superhero Avengers jauh lebih besar dari itu semua. Mereka ingin mengembalikan teman-teman dan keluarga kecil bernama Avengers.
 

Sedikit penggalan diatas merupakan sinopsis dari penggalan film Avengers End Game karya Marvel. Saya tidak terlalu begitu paham tentang film ini karena tidak menonton sequel avenger yang dihadirkan sebelumnya. Tetapi kali ini saya akan mencoba merangkum review/ulasan mengenai film dari Avenger: End Game ini.
Saya menonton film ini di CGV Palembang Trade Center Pada Selasa,30 April 2019 bersama kedua teman saya.
Dari awal, emosi penonton sudah dimainkan. Dibiarkan mengalir begitu saja, mencoba untuk menerka apa yang sedang terjadi selanjutnya. Di bagian pertengahan, lagi-lagi emosi penonton dimainkan.

Kuncinya adalah Quantum Realm dan cairan milik Hank Pym yang masih dijaga dengan baik oleh Ant-Man. Ops, tunggu dulu. Ini baru pertengahan., Di bagian akhir, lagi-lagi, Marvel memberikan suguhan emosi yang benar-benar menghajar penonton.

Seperti yang sudah disampaikan oleh pemeran Tony Stark (Iron Man), yaitu Robert Downey Jr. delapan menit terakhir dari Avengers: Endgame adalah bagian terbaik dari keseluruhan film ini.



Thor tak banyak bicara, sampai akhirnya ia menggendut. Natasha Romanoff, pembunuh berdarah dingin pun sampai bisa menitikkan air mata.

Tony Stark? Ini lebih gila lagi. Terkatung-katung di luar angkasa selama 22 hari membuat ia benar-benar frustasi. Tony masih saja melempar lelucon-leluconnya yang satir.

Namun, kelopak matanya sudah tertutup rapat. Bahunya sudah letih, sebagai isyarat ia akan berhenti untuk berperang. Tubuhnya kurus ceking. Frustasi, sampai-sampai ia enggan lagi berbicara tentang apa yang sudah dilakukannya.



Tony Stark bukanlah pemimpin Avengers. Ia hanya penggerak dan tangan kanan dari Captain America. Bukan juga pemimpin S.H.I.E.L.D. Ia hanya bagian kecil dari apa yang pernah dikerjakan oleh Ayahnya, Howard Stark pada masa perang.

Namun, Tony Stark adalah seorang yang punya hati. Ia rela melakukan apa saja dibalik rasa frustasinya. Seorang pemimpin sejati yang punya satu kesempatan membunuh Thanos dalam skala 1: 14.000.000 seperti yang dilakukan Dr. Strange.

Begitulah Ulasan mengenai film Avenger yang dalam penayangannya mampu membuat emosi, haru, sampai rasa kekeluargaan pun dimunculkan dalam film yang bertemakan superhero ini.