Senin, 25 Februari 2019

ANALISIS UNSUR FILM FIFTY SHADES OF GREY



ANALISIS UNSUR FILM “FIFTY SHADES OF GREY” DALAM MATA KULIAH SINEMATOGRAFI
Bermula ketika Anastasia “Ana” Steele (Dakota Johnson) bersedia membantu teman sekampusnya, Kate Kavanagh (Eloise Mumford) untuk mewawancarai seorang miliarder muda berusia 27 tahun, Christian Grey (Jamie Dornan), yang akan dimuat di Koran kampus. Mahasiswi sastra dari Washington State University, Vancouver yang masih berusia 21 tahun itu pun pergi ke Seattle, di mana perusahaan milik Grey berlokasi.
Selesai melakukan wawancara, pertemuan mereka itu pun berlanjut dengan minum kopi bersama. Ternyata Grey adalah seorang pria yang sempurna, tampan, brilian, namun memiliki sifat yang suka memaksakan kehendak. Meskipun begitu, Ana yang seorang gadis polos dan lugu, rupanya diam-diam tertarik dan menyukai Grey. Dan tanpa disadarinya, begitu pula dengan Grey yang juga jatuh hati pada Ana. Namun, perasaan itu belum bisa terungkapkan. 


UNSUR – UNSUR FILM YANG TERKAIT DENGAN ANALISIS FILM FIFTY SHADES OF GREY

1.    IDE CERITA
    Film Fifty Shades Of Grey merupakan film drama romantis/erotis Amerika Serikat. Berdasarkan pada  novel laris karya E.L James dengan judul yang sama, film ini dibintangi oleh Jamie Dornan dan Dakota Johnson. Film ini dirilis pada 13 Februari 2015, di bawah produksi Michael De Luce Productions, Trigger Street Productions, Focus Features, dan didistribusikan oleh Universal Pictures.
 
2.     SKENARIO (JALAN CERITA)
Bermula ketika Anastasia “Ana” membantu teman sekampusnya, Kate Kavanagh untuk mewawancarai seorang miliarder muda berusia 27 tahun, Christian Grey (Jamie Dornan), yang akan dimuat di Koran kampus. Mahasiswi sastra dari Washington State University, Vancouver yang masih berusia 21 tahun itu pun pergi ke Seattle, di mana perusahaan milik Grey berlokasi. Selesai melakukan wawancara, pertemuan mereka itu pun berlanjut dengan minum kopi bersama. Ternyata Grey adalah seorang pria yang sempurna, tampan, brilian, namun memiliki sifat yang suka memaksakan kehendak.

Meskipun begitu, Ana yang seorang gadis polos dan lugu, rupanya diam-diam tertarik dan menyukai Grey. Dan tanpa disadarinya, begitu pula dengan Grey yang juga jatuh hati pada Ana. Namun, perasaan itu belum bisa terungkapkan. Setelah Ana menyelesaikan kuliahnya, dia mengadakan pesta bersama teman-temannya. Karena terlalu banyak minum minuman beralkohol, Ana pun pingsan. Pada saat itu, Grey datang menjumpainya. Ketika bangun dari pingsannya, Ana menemukan dirinya telah berada di kamar hotel bersama Grey. Namun, dia merasa lega karena Grey sama sekali tidak berbuat jahat padanya.  

Sejak itu, mereka pun sepakat untuk menjalin hubungan berdua. Lama kelamaan hubungan mereka pun semakin intim tanpa ana sadari ana telah terpikat oleh pesona grey yang tampan dan misterius. Hubungan Ana dan Grey pun melalui banyak rintangan setelah Ana tau jika Grey memiliki Penyakit Kejiwaan yang berhubungan dengan Sex (Hypersex) tidak hanya sampai situ Grey pun meminta Ana untuk mewujudkan fantasi nya ketika berhubungan intim salah satunya Ana harus bersedia menjadi “Budak Tuan” dari Grey dan menjalani permainan intim tersebut di suatu ruangan yang bernama “Red Pain Room” 
  
Film ini memiliki jalan cerita yang erotis didalamnya dengan menggunakan alur maju dan alur mundur film ini menceritakan bagaimana traumatic nya seorang anak laki-laki di masa kecilnya diperlakukan tidak ‘senonoh’ sehingga menyebabkan traumatic di kemudian hari yang menyebabkan rasa fantasi terhadap wanita sangat berlebihan.

      3.       SUTRADARA
Pada bulan Mei 2013, studio mempertimbangkan Joe Wright untuk mengarahkan film ini, tetapi tidak berhasil dikarenakan jawdal dari Wright sendiri yang padat. Sutradara lainnya yang dipertimbangkan untuk mengarahkan film ini termasuk Patty Jenkins, Bill Condon, Bennett Miller, dan Steven Soderbergh. Pada bulan Juni 2013, E.L James mengumumkan bahwa Sam Taylor-Johnson akan menyutradarai adaptasi film ini.

4. PEMERAN (AKTRIS/AKTOR)  
 
    5. TATA ATRISTIK
   
    SET / LOKASI : Pada bulan September 2013, proses syuting dijadwalkan dimulai pada tanggal 5 November 2013 di Vancouver, British Columbia. Bulan berikutnya, produser Michael De Luca mengumumkan bahwa proses syuting akan dimulai pada tanggal 13 November 2013. Proses pengambilan gambar sekali lagi ditunda dan baru mulai pada 1 Desember 2013. Pengambilan gambar adegan dilakukan di Distrik Gastown, Vancouver. Bentall 5 digunakan sebagai Gedung Enterprise milik Gray. Universitas British Columbia digunakan sebagai Universitas Vancouver Negara Bagian Washington, tempat Ana kuliah. Hotel Vancouver Fairmont digunakan sebagai Hotel milik Heathman. Proses pengambilan gambar juga dilakukan di Studio North Shore. Produksi film secara resmi berakhir pada 21 Februari 2014. Adegan antara Dornan dan Johnson kembali direkam dan mengambil tempat di Vancouver selama sepekan yang berakhir pada tanggal 13 Oktober 2014.

        6.  EDITING  
     Tim editing untuk Film ini sendiri yakni seorang Sinematografer Seamus McGarvey dan Penyunting nya ialah Susan Littenberg dan juga Sabrina Plisco. Editing dalam Film ini dibuat secara rapi dan runtut sehingga membuat rasa emosional seorang penonton masuk kedalam film tersebut.


   7. TATA SUARA  
  Dalam Film ini menurut saya memiliki tata suara yang sangat baik semua kata dapat terdengar dengan jelas   dan tidak ada kebisingan (Noisy)

  8. TATA MUSIK 

    
 Penulis novel E.L. James mengumumkan bahwa Sountrack dari film ini akan dirilis pada 10 Februari   2015. Sebelum perilisan sountrack, single pertama dari album ini, “Earned it” yang dibawakan oleh The Weekend, telah dirilis pada 24 Desember 2014. Pada 7 Januari 2015, single kedua “Love Me Like You Do” dibawakan oleh Ellie Goulding dirilis. Penyanyi Berkebangsaan Australia, Sia, akan merilis single ketiga dari album ini, “Salted Wound” pada 27 Januari 2015.

9. VISUAL EFFECT
Visual effect (VFX) adalah teknik yang digunakan dalam industri film, televisi, dan animasi yang menyertakan proses manipulasi tertentu di luar adegan pengambilan gambar syuting asli. Dalam Film ini saya tidak menemukan penggunaan visual efek karena latar / suasana film dibuat secara nyata.