Senin, 07 Oktober 2019

BELAJAR JADI ENTREPRENEUR MUDA DISINI!



ENTREPRENEURSHIP COMMUNICATION



Berawal dari Mata kuliah Entreprenurship Communication yang diajar oleh ibu Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A selaku dosen pengampu, seluruh mahasiswa/I Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka berhasil dibuat menjadi pengusaha muda olehnya.

Dengan tema menjadi entrepreneur muda , ketentuan barang yang harus dijual meliputi 3 hal yakni :

1 .     Produk Souvenir
2 .     Makanan
3 .     Minuman

Saya sendiri memilih untuk berjualan makanan. Dengan mengusung ide cemilan makanan ringan untuk  dijual nantinya, jatuhlah pilihan saya terhadap cemilan yang tengah popular saat ini yakni Makaroni.
 

SEJARAH MAKARONI
Awal mula dipatenkannya kuliner macaroni yakni , hidangan pasta ini konon juga sudah ada di Italia sejak zaman Romawi Kuno. Dulunya macaroni merupakan hidangan persembahan bagi para Dewa-Dewi.

Namun seiring berjalannya waktu macaroni diolah menjadi makanan lezat yang bisa dikreasikan dengan rasa dan bentuk apapun.

Di Indonesia sendiri Makaroni sendiri biasanya digoreng , dipanggang atau bahkan di jadi bahan tambahan pada soup.

Saya sendiri memilih macaroni untuk dijadikan cemilan ringan dengan rasa pedas yang bikin nagih!

CONTOH LOGO PRODUK 

Disini saya ingin mengolah macaroni dengan cara digoreng kemudian ditaburi bubuk cabai pedas dan setelah itu langsung di packing! Sangat mudah dan simple.

untuk promosi sendiri  saya memilih media sosial "Instagram" sebagai penunjang promosi produk . dapat anda cari di @makaroni_bumbu atau dapat anda cari review produk saya melalui blog pribadi saya dengan website (shintap2244.blogspot.id)
 


Minggu, 19 Mei 2019

AVENGERS END GAME REVIEW

Infinity Wars menghadirkan perang di tanah Titan, planet Thanos. Tony Stark alias Iron Man adalah pencetusnya. Ia bernegoisasi dengan Dr. Strange untuk membawa perang tersebut ke tempat Thanos.

Hasilnya? Avengers kalah. Frustasi, lelah secara fisik dan emosi adalah tumbalnya. Semuanya hanya bisa meratapi apa yang sudah mereka lakukan. Steve Rogers (Captain America), Natasha Romanoff, Thor, Dr. Banner (Hulk), Rhode (War Machine) tak bisa berbuat banyak, selain mempertahankan keras kepala mereka untuk bisa mengalahkan Thanos.

Kepulangan Tony Stark (Iron Man) dan Nebula setelah pertempuran melawan Thanos tak berarti apa-apa. Tony sudah terlalu lelah. Ia hanya bisa berharap untuk hidup lagi di kesempatan kedua.

Ada satu jalan yang mereka temukan. Nebula membisikkan sesuatu pada superhero Avengers. Sayangnya, bisikan ini tidak berarti apa-apa, bahkan ketika Thor sudah mengayunkan palu Mjonirnya.

Sayangnya, rasa cinta dan kekeluargaan para superhero Avengers jauh lebih besar dari itu semua. Mereka ingin mengembalikan teman-teman dan keluarga kecil bernama Avengers.
 

Sedikit penggalan diatas merupakan sinopsis dari penggalan film Avengers End Game karya Marvel. Saya tidak terlalu begitu paham tentang film ini karena tidak menonton sequel avenger yang dihadirkan sebelumnya. Tetapi kali ini saya akan mencoba merangkum review/ulasan mengenai film dari Avenger: End Game ini.
Saya menonton film ini di CGV Palembang Trade Center Pada Selasa,30 April 2019 bersama kedua teman saya.
Dari awal, emosi penonton sudah dimainkan. Dibiarkan mengalir begitu saja, mencoba untuk menerka apa yang sedang terjadi selanjutnya. Di bagian pertengahan, lagi-lagi emosi penonton dimainkan.

Kuncinya adalah Quantum Realm dan cairan milik Hank Pym yang masih dijaga dengan baik oleh Ant-Man. Ops, tunggu dulu. Ini baru pertengahan., Di bagian akhir, lagi-lagi, Marvel memberikan suguhan emosi yang benar-benar menghajar penonton.

Seperti yang sudah disampaikan oleh pemeran Tony Stark (Iron Man), yaitu Robert Downey Jr. delapan menit terakhir dari Avengers: Endgame adalah bagian terbaik dari keseluruhan film ini.



Thor tak banyak bicara, sampai akhirnya ia menggendut. Natasha Romanoff, pembunuh berdarah dingin pun sampai bisa menitikkan air mata.

Tony Stark? Ini lebih gila lagi. Terkatung-katung di luar angkasa selama 22 hari membuat ia benar-benar frustasi. Tony masih saja melempar lelucon-leluconnya yang satir.

Namun, kelopak matanya sudah tertutup rapat. Bahunya sudah letih, sebagai isyarat ia akan berhenti untuk berperang. Tubuhnya kurus ceking. Frustasi, sampai-sampai ia enggan lagi berbicara tentang apa yang sudah dilakukannya.



Tony Stark bukanlah pemimpin Avengers. Ia hanya penggerak dan tangan kanan dari Captain America. Bukan juga pemimpin S.H.I.E.L.D. Ia hanya bagian kecil dari apa yang pernah dikerjakan oleh Ayahnya, Howard Stark pada masa perang.

Namun, Tony Stark adalah seorang yang punya hati. Ia rela melakukan apa saja dibalik rasa frustasinya. Seorang pemimpin sejati yang punya satu kesempatan membunuh Thanos dalam skala 1: 14.000.000 seperti yang dilakukan Dr. Strange.

Begitulah Ulasan mengenai film Avenger yang dalam penayangannya mampu membuat emosi, haru, sampai rasa kekeluargaan pun dimunculkan dalam film yang bertemakan superhero ini.